| Jokowi |
Melihat pakde Jokowi main sulap di hari anak nasional, bibir
saya gak berhentinya tersenyum. Bukan karena dia jago, karena dibandingkan David Copperfield
jelas pakde gak level. Apalagi pakde gak mungkin "meloloskan diri"
dari maut seperti yang dilakukan Demian.
Pakde main sulap standar banget - versi pak Tarno jadi apa
prok prok prok. Dan itu ia lakukan di depan anak-anak yang masih polos yang
dengan senang menontonnya.
Saya melihat pemandangan yang indah pada waktu menonton itu.
Pemandangan seorang pemimpin yang dekat pada rakyatnya. Dan ia berusaha keras
untuk itu, bahkan sampai harus berlatih sulap.
Bukan rahasia umum bahwa pakde bukanlah orang yang suka
model biasa-biasa saja dalam penyampaian pesan2nya.
Ia suka menggunakan simbol2. Ia bahkan rela nge-vlog dengan
banyak kepala pemerintahan supaya bisa mendekati remaja seumur Kaesang.
Dan untuk anak-anak, ia menggunakan media sulap sebagai
bentuk interaksi. Bukan pidato yang membosankan yang membuat anak2 tertidur
sampe iler beleleran.
Pakde tahu bagaimana menaklukkan anak-anak. Mungkin ia dulu
membayangkan dirinya waktu masih kecil pengen banget nonton sulap..
Tapi - saya harus jujur - pakde itu gak bisa maen sulap...
Tangannya kaku banget, gak seperti tangan pengoplos beras
dari beras subsidi jadi beras premium. Itu butuh keahlian khusus memang.
Pertama harus berlatih dulu dengan sapi. Kalau sapi sudah bisa hilang, baru
meningkat ke beras...
Pakde juga harusnya berlatih ke pak Setya Novanto. Bagaimana
caranya "lolos dari maut" dari setiap perkara yang dihadapinya.
Setnov adalah "Demian" dalam baju politik. Dan
pertunjukan e-KTP adalah pertunjukan terbesarnya sekarang, dimana penonton
menahan nafas apakah ia berhasil lolos lagi kali ini ?
Ngobrol masalah lolos, pakde juga harus belajar dari Rizieq
Shihab. Dia adalah "The Master of Lolos".
Kalau semua pesulap habis lolos, terus tiba2 muncul -
biasanya di barisan penonton, Rizieq bisa lolos dan tidak kembali lagi sampai
kini. Bahkan pesulap legendaris Houdini pun bertepuk tangan di dalam kuburnya,
saking kagumnya.
Nah, pakde harus belajar sulap2 istimewa seperti itu..
Dan sulap2 begituan hanya bisa dimainkan di depan
"anak-anak" yang ada di Senayan. Mereka itu pesulap-pesulap juga
sebenarnya, dan sedang belajar sulap besar tanpa ketahuan. Soalnya ada
permainan di antara mereka sendiri, siapa yang ketahuan harus pake baju
oranye..
Dan pemain sulap terbesar sepanjang masa tentulah sang
Mantan..
Sepanjang karirnya - selama 10 tahun - dia main sulappp
terus. Semua disulap mulai jalan tol sampai bahan bakar minyak. Kalau gada yang
tepuk tangan, dia langsung beri bantuan langsung tunai. Kalau sulapnya
ketahuan, langsung keluar nada prihatin melalui cuitan..
Kalau melihat prestasi-prestasi mereka itu, baru terlihat
pakde kebanting banget. Sulap apa itu keluarin benda dari dalam saku ? Huuh..
kuno, pakde.
Seruput kopi dulu..