Senin, 27 Mei 2019

ORANG-ORANG KAYA

Driver Grab
Driver Grab
Anton panik, motornya hilang di parkiran.. Disaat yang sama driver ojek online ini harus mengantarkan pesanan makanan ke konsumennya.
Yang menarik, reaksinya kemudian tidak disangka. Anton menghubungi temannya sesama driver ojol. Ngapain? Melaporkan ke polisi sesudah itu -ini yang hebat- mengantarkan pesanan makanan ke konsumennya. Anton tidak melupakan tanggung jawabnya.
Kisah ini viral di media sosial sesudah Fitro, konsumen itu, memposting status tentang apa yang dilakukan Anton. Sontak terbangun gerakan untuk mengganti motor Anton dan terkumpul sampai 90 juta rupiah. Luar biasa. Anton mendapat penghargaan dari "people power" yang bahkan jauh lebih besar dari harga motornya yang hilang.
Di berita lain, seorang driver ojol juga bernama Sunandi, membuka tempat berbuka gratis bagi sesama driver. Apa yang dilakukannya di postingnya di facebook supaya bisa tersebar ke driver ojol lain untuk mampir. Kisahnya bahkan dimuat di media online besar.
Sesudah melihat apa yang Anton dan Sunandi lakukan, mendadak saya menjadi miskin semiskin-miskinnya. Saya dengan segudang kepunyaan ternyata tidak lebih kaya dari mereka berdua yang dengan berani memberikan apa yang mereka punya dengan keterbatasan mereka. Ada nilai-nilai tinggi yang mereka bangun jauh dari kekayaan materi.
Anton dan Sunandi seharusnya menampar banyak orang, termasuk para politikus yang berani mengeluarkan ratusan miliar rupiah untuk mendanai demo yang berujung kerusuhan.
Ratusan miliar rupiah keluar sia-sia karena apa yang mereka harapkan tidak tercapai. Hanya mengakibatkan kerugian dan korban jiwa. Jangan tanyakan tentang nilai, karena yang ada disana hanya kerusakan..
Pada saatnya manusia akan ditanya tentang apa yang dilakukannya. Anton dan Sunandi bisa dengan bangga menceritakan, sedangkan banyak dari kita menunduk malu karena tidak punya apapun yang kita banggakan selain kekayaan tanpa nilai.
Saya harus banyak belajar dari Anton dan Sunandi dengan apa yang mereka lakukan. Saya angkat secangkir kopi sebagai pelajaran.
Merekalah sebenar-benarnya guru kehidupan.

Artikel Terpopuler