Jumat, 20 Maret 2020

TSUNAMI

Covid-19
Virus Corona
Jakarta - Sehabis gempa, datanglah tsunami.. Ini mungkin kondisi yang tepat menggambarkan dampak Corona sekarang ini. Imbas dari penyebaran virus yang sangat massif ini, ekonomi lumpuh. Bukan hanya Indonesia saja, tapi dunia.
China sendiri sebagai pusat gempa dikabarkan kelabakan karena lebih dari 6 ribu triliun dana kabur dari pasar modal China. Selain itu pabrik banyak yang tutup sehingga ekonomi melambat. Ekspor juga turun drastis karena tidak ada negara yang bisa beli.
Singapura juga dikabarkan resesi, karena harus menutup negaranya, sehingga pendapatan dari sektor pariwisata terpukul keras. Juga perdagangan. Apalagi sejak Malaysia lockdown. Ada 400 ribu warga Malaysia yang ke Singapura setiap hari, sekarang mereka harus dirumah saja.
Jepang juga begitu. Apalagi kalau Olimpiade 2020 di Jepang batal, padahal mereka sudah investasi sekitar 172 triliun rupiah.
Iran, yang selama ini mengambil sikap bermusuhan dengan barat, akhirnya minta bantuan ke IMF senilai 70 triliun rupiah. IMF kabarnya siapkan dana bantuan untuk dunia sebesar lebih dari 14 ribu triliun rupiah.
Bahkan perusahaan penerbangan swasta di Inggris, langsung umumkan kalau mereka bangkrut total.
Tidak ada negara yang bebas dari tsunami ekonomi ini, karena gelombangnya sangat besar. Dan ini baru permulaan.
Indonesia sama. Rupiah hari ini terjun bebas ke angka 16 ribu rupiah dan terus terjun. Bank Indonesia sendiri dikabarkan harus keluarkan 100 triliun, untuk bentengi supaya rupiah tidak amblas.
Harga bahan pokok ikut naik, mulai telur sampe cabe rawit. Bukan saja naik, juga langka karena ada yang nimbun. Mirip masker.
Gerak ekonomi lambat, karena banyak sekolah dan universitas libur. Itu berarti pedagang makanan kecil tidak bisa cari uang. Aktivitas luar ruang pun dikurangi. Pariwisata anjlok. Hotel liburkan banyak karyawan. Uang tidak berputar, disimpan dirumah takut ada apa-apa. Barang ekspor gada yang beli, karena negara luar juga lagi batasi diri.
Ini belum lockdown. Bayangkan, kalau ditutup sebulan.
Mau tidak mau, kita harus mulai kencangkan ikat pinggang. Kita belum tahu, apakah awal bulan masih gajian atau sudah harus mulai lagi cari kerjaan. Karena situasi ekonomi ini tidak menentu.
Jokowi bilang, dampak ekonomi dari virus Corona ini akan terasa sampai 2021.
Sayapun terpaksa harus kurangi seruput kopi di cafe. Karena mahal sih sebenarnya, dari dulu juga begitu. Gada yang baru..
Ah, semoga badai cepat berlalu..
Bentar lagi puasa, kayaknya tahun ini lebih hikmat rasanya. Kalau akhirnya lebaran gak bisa pulang kampung karena gaji dikurangi, telepon aja orangtua, "Maaf, pak bu.. gak boleh keluar rumah. Ada Corona.."
Biar gagah kedengarannya..

Artikel Terpopuler