Jumat, 17 April 2020

KITA MULAI MEMBAIK

Corona
Statsitik Corona Indonesia
Jakarta - “Jumlah yang sembuh 548 orang.." Begitu pengumuman di televisi. Senang mendengarnya, ditengah kesedihan karena ada 498 orang yang meninggal. Senang karena ada harapan ditengah ketidakpastian situasi ini.
Saya senyum ingat beberapa waktu lalu, banyak orang yang mendadak jadi ahli statistik. Asumsi mereka pun bombastis sekali, "Perkiraan tengah bulan April, korban akan mencapai puluhan ribu orang..". Bahkan ada yang bilang, "Pak Presiden, siapkan kuburan massal.."
Dan - seperti biasa - negara lain dijadikan acuan jumlah korban yang meninggal. Angkanya gada yang kecil, selalu ribuan bahkan puluhan ribu. Seolah gagah dengan memposting angka-angka itu.
Dan sekarang mereka yang kemarin jadi ahli statistik itu terdiam. Situasi ini tidak seperti yang mereka harapkan. Mereka meremehkan daya juang semua pihak yang ada di lapangan. Narasi ketakutan mereka hilang bagai kentut di dalam bus, bau tapi cuman sebentar.
Begitu juga ekonomi..
Rupiah sudah keluar dari angka psikologis Rp. 16 ribu. Pemerintah sudah menyiapkan banyak paket supaya negeri ini tetap bergerak meski pelan. IMF sudah memprediksi bahwa Indonesia adalah satu dari 3 negara di Asia yang akan bertahan dari resesi global.
Meski di dalam negeri, dampaknya juga luar biasa. PHK dimana-mana, karena aktivitas berhenti. Tapi kita akan segera melalui situasi ini dengan baik, saya yakin itu.
Apa sebenarnya yang kita butuhkan sekarang ?
Kepercayaan. Kepercayaan bahwa diluar sana ada orang2 yang bekerja dan tidak tinggal diam. Orang2 yang juga tidak ingin negeri ini hancur berantakan.
Mereka memang tidak sempurna dan pasti banyak kesalahan. Situasi ini baru pertama kita alami, jadi wajar masih pada bingung bagaimana mengatasinya. Tapi pelan-pelan mereka beradaptasi dan mulai menemukan pola solusi.
Kepercayaan itu menimbulkan harapan. Dan harapan itulah yang membuat tubuh kita kuat dan terus bergerak.
"Apa bang contohnya harapan ?"
Harapan itu contohnya, ketika seorang Wagub DKI diwawancara televisi, dia bilang kalau dia itu Wapres. Itu harapan.
"Itu namanya keseleo, banggg... "
Entahlah. Mungkin bagi dia itu harapan. Mending seruput kopi aja..

Artikel Terpopuler