Rabu, 30 Desember 2020

ORANG HEBAT DI BALIK JOKOWI


AM Hendropriyono
AM Hendropriyono
Jakarta, DennySiregar.id - Sejak pertama kali kenal dengan AM Hendropriyono, saya kagum sekali. Usia beliau sudah diatas kepala 7 tapi semangatnya membela negara seperti anak muda usia 30.

Pak Hendro lah yang mengajarkan ke saya untuk mencintai negeri ini, dengan darah tertumpah jika harus begini. Beliau menasehati, mengajarkan strategi, mengubah cara berfikir sehingga bisa melihat sesuatu dengan luas, tidak dari dalam kotak.

Baca Juga:

Mereka Bilang Jokowi Lemah, Mereka Salah Besar 

PAKDE JOKOWI, API SUDAH SAMPAI DI PINTU GERBANG RUMAH KITA

Yang menakjubkan, pak Hendropriyono bukan hanya memberi nasehat untuk bangsa pada usianya yang sepuh, ia juga bergerak, memberikan motivasi, pemikiran, bahkan menggerakkan banyak hal.

Beliau pernah bercerita sama saya, paling bosan kalau diajak makan siang sama pak Jokowi. "Menunya tempe lagi tempe lagi.." Katanya yang bikin saya ngakak.

Salah satu penasehat Presiden di urusan keamanan yang tidak ingin tampil ke muka publik, dia ada di belakang layar karena buatnya, di usianya yang sekarang, harus banyak berbuat bukan lagi sibuk mengumpulkan materi.

Pernyataan beliau yang paling berani, "WNI keturunan arab jangan jadi provokator di negeri ini.." Dan semua ribut, menganggap beliau rasis. Padahal yang dimaksud tentu kepada beberapa pihak, seperti Rizieq dan kroni-kroninya, bukan kepada semua keturunan Arab, karena beliau juga berteman dengan mereka semua. 

Baca Juga:

SEGERA TANGKAP RIZIEQ SHIHAB 

INDONESIA, AYO BELAJAR DARI SURIAH

Tapi itulah pernyataan paling berani buat saya, supaya banyak orang sadar, jangan pernah menyembah-nyembah orang hanya karena dia mengaku cucu Nabi dan dimanfaatkan buat membuat rusuh negeri ini.

Beliau jaringannya luas mulai rakyat sampai pejabat. Dan pak Hendro lah, setahu saya, yang memberikan banyak masukan kepada Presiden bagaimana bersikap dan menghadapi FPI. Beliau punya pengalaman dalam menghadapi kelompok radikal berbaju agama pada masanya.

Satu nasihatnya yang paling saya ingat, "Kamu boleh lebih muda dari saya. Tapi apakah kamu bisa tetap semuda itu pada saat usiamu setua saya nantinya?".

Sehat-sehat ya, Jenderal. Profesor intelijen Indonesia. Bangsa ini masih membutuhkan pemikiranmu yang sangat strategis untuk bisa tetap berdiri..

Salam hormat dan salam secangkir kopi.

Artikel Terpopuler