| Family |
"Pa, aku pergi dulu
ya.."
Sebuah pesan mampir di gadgetku.
Dari anakku, remaja wanita yang baru masuk kuliah. Dia berangkat ke daerah yang
berbeda tempat sekolah barunya. "Mau cari pengalaman.." katanya.
Entah kenapa perasaanku bercampur
aduk antara senang dan sedih membaca pesannya. Senang karena ternyata ia bisa
begitu mandiri dan tidak manja. Sedih karena ia ternyata bukan lagi putri
kecilku yang biasa kudekap setiap hari.
Sungguh waktu bagaikan kereta yang
cepat berlalu. Ia meninggalkan kenangan di belakang dan memunculkan harapan di
depan. Selesai sudah hari-hari yang lucu bersamanya, kini aku siap
menghadapinya sebagai seorang yang beranjak dewasa.
Aku pun menulis dengan hati yang
teriris..
"Kamu sudah besar, sayang..
Papa bangga. Papa rindu memeluk dan menciummu dulu saat kamu masih tergantung
padaku.
Berangkatlah, maaf aku tidak bisa
mengantarmu. Melepas buah hati pergi ternyata masih menjadi hal yang kutakuti.
Papa percaya kamu akan baik-baik
saja. Karena papa tidak pernah memberimu makan dengan menipu sesama manusia.
Benih yang baik akan tumbuh menjadi pohon yang baik. Itu hukum Tuhan yang papa
percaya..
Hati-hati, cinta.. Dunia tidaklah
sebaik yang kamu kira. Ketika engkau lepas dari pelindungmu, maka sendirian
pula engkau disana. Jangan lupa ibadah, karena itulah yang akan menyelamatkan
dirimu kelak.
Baiklah dirimu pada orang lain,
maka engkau akan bertemu mereka yang baik pula.
Dunia ini luas, nak.. jangan
pernah terkotak. Indahkan pengalaman hidupmu biar bisa menjadi ceritamu kelak.
Engkau putriku, kebanggaan keluarga. Di hari tuaku nanti, yang ingin kulihat
adalah engkau bahagia..
Selamat jalan, nak.. Teleponlah
aku selagi kau sempat. Percayalah, aku rindu tangisanmu yang dulu membahasi
pundak. Tidak ada apapun yang bisa membuatku sesak, selain kehilangan separuh
jiwaku seperti dirimu, nak.."
Ku kirim pesanku. Lamat kudengar
suara Eric Martin membelah udara..
"But if you wanna leave take
good care,
Hope you make a lot of nice
friends out there,
Just remember there's a lot of
bad and beware..
Oh baby its a wild world..
I'll always remember you like a
child, girl.."
Kuseruput kopiku. Tidak terasa
berat rasanya mataku..